Secara psikologis, orang yang mengalami kecanduan dominoqq atau apapun jenis perjudiannya, cenderung menunjukkan gejala-gejala yang spesifik. Gejala tersebut bisa merupakan efek dari perjudian sebagai coping mechanism, yakni pelarian seseorang dari masalah lain yang lebih besar. Namun ada juga seseorang yang menunjukkan gejala tersebut, dikarenakan efek dari perjudian itu sendiri.

 

Gejala Gangguan Kesehatan Mental Akibat Berjudi

Berikut ini adalah beberapa gejala yang patut diwaspadai setelah bermain judi:

  1. Mengalami emosi yang ekstrim dan mood swing 
  2. Merasa bahwa berjudi adalah satu-satunya kegiatan yang menyenangkan diantara semua hal yang lain
  3. Merasa sulit tidur
  4. Merasa cemas dan depresi
  5. Munculnya pikiran bunuh diri
  6. Menggunakan perjudian sebagai jalan untuk menyelesaikan semua masalah atau emosi dalam kehidupan sehari-hari

 

Selain ciri-ciri di atas, seseorang yang mengalami kecanduan berjudi akan tampak terobsesi dengan berbagai tipe perjudian. Ia akan mengaku merasa lebih baik jika sedang bermain judi. Ia juga akan mulai menghindari pekerjaan atau tanggung jawab lain dan memilih untuk berjudi, seperti mengabaikan tagihan dan menggunakan uangnya untuk modal judi. Ia bahkan juga akan menjual harta bendanya sebagai modal berjudi.

 

Tak sampai di situ, seseorang yang kecanduan berjudi bisa terdorong untuk melakukan pencurian demi mendapatkan uang. Kepada orang-orang di sekitarnya ia akan berbohong dan selalu menutup-nutupi kebiasaannya. Meskipun demikian, seringkali para pejudi ini merasa bersalah. Namun ia merasa tak punya pilihan lain dan tak bisa berhenti. Ia justru akan semakin mengambil risiko yang besar dalam berjudi.

 

Dominoqq bisa memberikan dampak yang serius terhadap kesehatan mental. Berdasarkan Royal College of Psychiatrist, orang yang memiliki kecanduan terhadap judi lebih mudah mengalami kepercayaan diri yang rendah dibandingkan yang lain, menyebabkan gangguan yang berhubungan dengan stres, mengalami kecemasan, insomnia dan nafsu makan yang buruk.

 

Selain itu, kecandan dominoqq juga bisa berujung pada penggunaan substansi terlarang dan menimbulkan depresi. Meskipun banyak pemain yang berjudi untuk lari dari perasaan depresi atau permasalahan mental lainnya, berjudi pada kenyataannya justru dapat memperparah hal tersebut. Salah satu alasan mengapa berjudi dapat mengganggu kesehatan mental adalah fase “high” dan “low” yang dialami.

 

Daya Tarik Permainan yang Memperdaya 

Faktanya, dominoqq tidak hanya tentang menang dan kalah dalam permainan. Seseorang bisa sangat menyukai permainan karena penampilan dari situs perjudian online tersebut yang menarik. Lampu-lampu dan suara musik yang semarak dapat membuat rasa nyaman bagi penggunanya untuk melupakan permasalahannya di luar perjudian.

 

Lampu, warna, musik, dan gambar-gambar tersebut memang dirancang untuk memperdaya alam bawah sadar (subsconsious mind) seseorang untuk terus bermain di dalamnya. Hal ini diterapkan juga pada desain rumah-rumah perjudian konvensional seperti kasino. Faktanya, penampilan itu bukan hanya untuk semata aksesori saja. 

 

Hal ini juga telah diteliti, bahwa cahaya dan suara-suara tersebut bisa meningkatkan daya tarik permainan dan mendorong seseorang untuk bermain, meskipun diikuti oleh reward yang tidak pasti. Efek tersebut dapat meningkatkan semangat untuk bermain lebih cepat, dan membuat pejudi menjadi lebih percaya diri kalau ia akan memenangkan game-nya.

 

Fase “High” dan “Low

Jika Anda sering berjudi, mungkin Anda pasti akan berekspektasi mendapatkan kemenangan besar. Dalam kondisi tersebut, Anda akan sangat bersemangat dan fokus pada hadiah atau bonusnya, bahkan ini akan terasa sangat menyenangkan dibandingkan aktivitas yang lain-lain. Namun jika Anda kalah, kekecewaan juga akan terasa sangat ekstrim hingga mengalami depresi.

 

Hal tersebut disebabkan karena risiko yang sangat tinggi ketika bermain dominoqq, di mana uang yang dipertaruhkan berjumlah sangat besar. Langkah ini akan membuat pemain mengalami “high”, atau merasa sangat senang, bersemangat, dan memiliki harapan yang tinggi. Di sisi lain, momen “low” atau perasaan sedih dan kecewa yang dialami juga akan semakin ekstrim. 

 

Perasaan sedih dan kecewa tersebut sayangnya juga akan mendorong seseorang untuk terus bermain, mengira bahwa ia bisa kembali merasakan “high”. Tetapi yang seringkali terjadi, pemain yang terus-menerus bertaruh di meja judi justru akan mengalami emosi-emosi yang semakin negatif.

 

Ketidakseimbangan kondisi mental inilah yang berbahaya bagi seseorang. Dan sama seperti bentuk kecanduan yang lain, kecanduan dominoqq akan semakin parah ketika seseorang tersebut memenuhi keinginan dan dorongannya untuk bermain.

 

Gangguan dalam Otak Seorang Pecandu

Kondisi kecanduan, pada kenyataannya tidak boleh diremehkan. Ketika seseorang memiliki kecanduan terhadap sesuatu, ada area di dalam otak yang disebut sebagai insula yang bereaksi secara berlebihan. Area yang hyperactive ini mungkin akan menyebabkan pikiran-pikiran yang kacau. Hal ini bisa menyebabkan seseorang tersebut melihat pola dalam sekuen acak dan terus-menerus bermain setelah “hampir menang” dominoqq.

 

Selain itu, produksi hormon dopamin yang terus-menerus, membuat seorang pemain tidak bisa membedakan perasaan saat kalah maupun menang. Keduanya tetap membuat pemain tersebut senang dan bahagia. Meskipun sudah berkali-kali kalah, ia akan bersemangat untuk terus mencoba.

 

Kekacauan otak tersebut bisa menimbulkan permasalahan mental yang lebih serius seperti stres berat, kecemasan dalam jangka panjang, depresi, hingga munculnya pikiran atau keinginan bunuh diri. Jika sudah sampai pada tahap ini dalam melakukan perjudian, sebaiknya Anda segera meminta pertolongan psikolog atau psikiater profesional.

Nah, demikian tadi adalah penjelasan bagaimana permainan yang terlihat sederhana seperti dominoqq, ternyata menyimpan keburukan yang tak terkira. Untuk itu, sebaiknya Anda tidak iseng-iseng mencoba sekalipun, mengingat sangat adiktif permainan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *